MENU

Kami merangkum berbagai informasi wisata dengan penjelasan yang mudah dimengerti, diantaranya: point penting, tiket masuk, akses, jam operasional, dan lain-lain di Masjid Sultan Singapura!

Masjid Sultan
sultanmosque

sultanmosque
  • Data Panduan

  • Akses ・Tiket masuk

Ringkasan

Sebuah masjid agung di wilayah Sultan

sultanmosque

Awalnya masjid ini adalah kekuasaan Kerajaan Johor dengan Sultan (Raja) yang bernama Sultan Hussain Shah, yang menerima sumbangan dari East India Company milik Inggris dan mengawali pembangunan masjid.

Sebelumnya Singapura merupakan daerah kekuasaan Kerajaan Johor (sekarang Propinsi Iskandar, Malaysia), tapi sudah diserahkan oleh Sultan Hussain Shah kepada Sir Stamford Raffles dari Inggris.
Sebagai penghormatan kepada Sultan (Raja), dan karena wilayah Kampung Glam yang dikenal sebagai Arab Street adalah milik Sultan, maka dibangunlah istana dan masjid sebagai pusat kota Islam.

Masjid yang berdiri saat ini merayakan hari jadinya ke-100 tahun setelah direnovasi berdasarkan rancangan arsitek Denis Santry, yang selesai pada tahun 1932.
Dan, 2/3 dari dana yang digunakan untuk renovasi ini adalah didapatkan dari hasil sumbangan.

Tempat-tempat yang bisa dikunjungi

①Kubah emas dan tampilan luar masjid yang menjadi pusat perhatian

sultanmosque

Pada saat mengunjungi masjid ini, banyak wisatawan yang menggunakan subway dari Station Bugis berjalan kaki melewati North Bridge Road.
Jika berjalan sekitar 5menit dari station akan terlihat bentuk belakang masjid, tapi jika ingin melihat pemandangan keseluruhan masjid, disarankan untuk masuk sekali lagi ke Arab Street lalu temukan pintu masuk ke masjid.

Jika masuk dari pintu masuk masjid, maka disana terdapat lukisan batu yang menggambarkan sejarah negara Singapura.
Dari sana jika berjalan sebentar akan keluar di depan masjid, dan anda bisa menikmati seluruh pemandangan dari kemilau masjid yang berwarna emas.
Di sekeliling atap dari kubah emas, anda bisa memperhatikan di bagian dasarnya yang jika diliihat dari kejauhan, di bagian dekorasinya terlihat berwarna hitam, pada masa itu bagian ini merupakan gelas kaca yang disumbangkan dan digunakan oleh para muslim dari lingkungan masyarakat miskin.
Kita dapat memahami dari penampilan luar yang menjadi latar belakang bahwa baik orang kaya maupun orang miskin semuanya menyumbang untuk kepentingan umat muslim.

Jika dilihat sekilas ada sedikit perbedaan, karena tampilan luar masjid ini dipengaruhi oleh gaya India Sarasenik, yang hampir sama dengan gaya bangunan Taj Mahal dan yang lainnya, bentuk kubahnya mirip dengan bentuk bawang bombay yang bulat dan indah.

②Tempat sholat yang luas di dalam masjid

sultanmosque

Jika anda bukan Muslim, sebagai wisatawan diperbolehkan berkunjung pada jam 10:00-12:00、14:00-16:00, dan selama tidak ada renovasi khusus dan event lainnya, anda bisa observasi ke dalam masjid.

Karena di dalam masjid adalah tempat suci, sehingga jika mengenakan baju yang terlihat kulit, tidak diperbolehkan masuk ke dalam masjid.
Di masjid juga disediakan peminjaman baju muslim dan kain penutup (kerudung), namun alangkah baiknya jika anda mempersiapkan sebelumnya.

Tempat sholat yang luas di masjid terbagi untuk laki-laki dan perempuan, tapi yang digunakan untuk observasi adalah tempat sholat laki-laki yang ada di lantai 2.
Jika bukan muslim tidak diperbolehkan masuk ke dalam tempat sholat, tapi bisa melihat tempat sholat yang ada di dalam dari lorong yang ada di sekitarnya.
Melihat dekorasi dinding dan lampu yang ada di sekelilingnya, sambil mencari tulisan kaligrafi Islam adalah suatu hal yang berharga.
Dan bagi muslim, masjid bukan hanya sebagai tempat sholat saja, tapi juga sebagai tempat berbincang-bincang dan bersilaturahmi, mungkin ada baiknya juga jika anda melihat situasi umat muslim seperti ini.

Singapura terdiri dari banyak suku bangsa, seperti suku Tamil India, suku Melayu, suku Indonesia, suku Arab, dan muslim dari suku lain yang bekerja di Singapura pun datang untuk melakukan ibadah di masjid ini.

③ Lingkungan di sekitar masjid dan kegiatannya

Di sekitar masjid banyak terdapat rumah makan masakan Turki, masakan India, masakan Persia, dan masakan Malaysia.
Dan, pada bulan Ramadhan, setelah berbuka puasa dan sebelum Hari Raya akan diselenggarakan pasar murah, disana anda bisa menikmati masakan asli setempat, jika bertepatan pada musim ini pastikan anda pergi kesana.

(Photo by Terence )

Akses menuju Masjid Sultan

3 Muscat St, Singapore 198833

Jalan kaki sekitar 10menit dari Station Bugis menggunakan MRT.

Data Panduan

Ringkasan

Sebuah masjid agung di wilayah Sultan

sultanmosque

Awalnya masjid ini adalah kekuasaan Kerajaan Johor dengan Sultan (Raja) yang bernama Sultan Hussain Shah, yang menerima sumbangan dari East India Company milik Inggris dan mengawali pembangunan masjid.

Sebelumnya Singapura merupakan daerah kekuasaan Kerajaan Johor (sekarang Propinsi Iskandar, Malaysia), tapi sudah diserahkan oleh Sultan Hussain Shah kepada Sir Stamford Raffles dari Inggris.
Sebagai penghormatan kepada Sultan (Raja), dan karena wilayah Kampung Glam yang dikenal sebagai Arab Street adalah milik Sultan, maka dibangunlah istana dan masjid sebagai pusat kota Islam.

Masjid yang berdiri saat ini merayakan hari jadinya ke-100 tahun setelah direnovasi berdasarkan rancangan arsitek Denis Santry, yang selesai pada tahun 1932.
Dan, 2/3 dari dana yang digunakan untuk renovasi ini adalah didapatkan dari hasil sumbangan.

Tempat-tempat yang bisa dikunjungi

①Kubah emas dan tampilan luar masjid yang menjadi pusat perhatian

sultanmosque

Pada saat mengunjungi masjid ini, banyak wisatawan yang menggunakan subway dari Station Bugis berjalan kaki melewati North Bridge Road.
Jika berjalan sekitar 5menit dari station akan terlihat bentuk belakang masjid, tapi jika ingin melihat pemandangan keseluruhan masjid, disarankan untuk masuk sekali lagi ke Arab Street lalu temukan pintu masuk ke masjid.

Jika masuk dari pintu masuk masjid, maka disana terdapat lukisan batu yang menggambarkan sejarah negara Singapura.
Dari sana jika berjalan sebentar akan keluar di depan masjid, dan anda bisa menikmati seluruh pemandangan dari kemilau masjid yang berwarna emas.
Di sekeliling atap dari kubah emas, anda bisa memperhatikan di bagian dasarnya yang jika diliihat dari kejauhan, di bagian dekorasinya terlihat berwarna hitam, pada masa itu bagian ini merupakan gelas kaca yang disumbangkan dan digunakan oleh para muslim dari lingkungan masyarakat miskin.
Kita dapat memahami dari penampilan luar yang menjadi latar belakang bahwa baik orang kaya maupun orang miskin semuanya menyumbang untuk kepentingan umat muslim.

Jika dilihat sekilas ada sedikit perbedaan, karena tampilan luar masjid ini dipengaruhi oleh gaya India Sarasenik, yang hampir sama dengan gaya bangunan Taj Mahal dan yang lainnya, bentuk kubahnya mirip dengan bentuk bawang bombay yang bulat dan indah.

②Tempat sholat yang luas di dalam masjid

sultanmosque

Jika anda bukan Muslim, sebagai wisatawan diperbolehkan berkunjung pada jam 10:00-12:00、14:00-16:00, dan selama tidak ada renovasi khusus dan event lainnya, anda bisa observasi ke dalam masjid.

Karena di dalam masjid adalah tempat suci, sehingga jika mengenakan baju yang terlihat kulit, tidak diperbolehkan masuk ke dalam masjid.
Di masjid juga disediakan peminjaman baju muslim dan kain penutup (kerudung), namun alangkah baiknya jika anda mempersiapkan sebelumnya.

Tempat sholat yang luas di masjid terbagi untuk laki-laki dan perempuan, tapi yang digunakan untuk observasi adalah tempat sholat laki-laki yang ada di lantai 2.
Jika bukan muslim tidak diperbolehkan masuk ke dalam tempat sholat, tapi bisa melihat tempat sholat yang ada di dalam dari lorong yang ada di sekitarnya.
Melihat dekorasi dinding dan lampu yang ada di sekelilingnya, sambil mencari tulisan kaligrafi Islam adalah suatu hal yang berharga.
Dan bagi muslim, masjid bukan hanya sebagai tempat sholat saja, tapi juga sebagai tempat berbincang-bincang dan bersilaturahmi, mungkin ada baiknya juga jika anda melihat situasi umat muslim seperti ini.

Singapura terdiri dari banyak suku bangsa, seperti suku Tamil India, suku Melayu, suku Indonesia, suku Arab, dan muslim dari suku lain yang bekerja di Singapura pun datang untuk melakukan ibadah di masjid ini.

③ Lingkungan di sekitar masjid dan kegiatannya

Di sekitar masjid banyak terdapat rumah makan masakan Turki, masakan India, masakan Persia, dan masakan Malaysia.
Dan, pada bulan Ramadhan, setelah berbuka puasa dan sebelum Hari Raya akan diselenggarakan pasar murah, disana anda bisa menikmati masakan asli setempat, jika bertepatan pada musim ini pastikan anda pergi kesana.

(Photo by Terence )

Akses ・Tiket masuk

Akses menuju Masjid Sultan

3 Muscat St, Singapore 198833

Jalan kaki sekitar 10menit dari Station Bugis menggunakan MRT.

Basic information

Alamat

3 Muscat St, Singapore 198833

Jalan kaki sekitar 10menit dari Station Bugis menggunakan MRT.

Harga Tiket masuk

Gratis

Jam Buka

10:00-12:00、14:00-16:00
Hari Jumat : 14:30-16:00
※Untuk saat ini, karena sedang dilakukan renovasi maka bangunan ini ditutup sementara, untuk lebih jelasnya silahkan lihat di home page.

Hari libur

Tidak ada hari libur

Home Page

http://sultanmosque.sg/
Bahasa Inggris

)

Objek terkait